PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI DAN INFORMASI
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemerosotan pendidikan yang terjadi saat ini, lebih disebabkan oleh kurangnya profesionalisme guru. Karena itu, peningkatan profesionalisme guru di masa depan perlu mendapat perhatian yang serius. Sebenarnya, profesionalisme guru bukan hanya sekedar penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi beserta strategi penerapannya, tetapi lebih merupakan suatu sikap (attitude) dan tingkah laku yang dipersyaratkan. Guru profesional adalah guru yang mampu menguasai terhadap landasan pendidikan (tujuan pendidikan, mengetahui fungsi sekolah di masyarakat, dan mengenal prinsip- prinsip psikologi pendidikan), mampu merancang program pembelajaran, menguasai materi/ bahan ajar, menguasai metode dan strategi pembelajaran serta kemampuan menyusun perangkat penilaian hasil belajar dalam pembelajaran. Adapun strategi yang dapat dikembangkan dalam peningkatan profesionalisme guru dapat dilakukan dengan melalui lokakarya, pelatihan, seminar, penataran, penyetaraan, beasiswa untuk pendidikan lanjut, program orientasi, bantuan kelompok kerja guru (KKG) dan kelompok guru mata pelajaran (MGMP) dan menambah pendapatan guru yang lebih layak. Ke depannya, dalam peningkatan profesionalime guru, perlu adanya kerja sama yang baik antara LPTK, madrasah/sekolah, PGRI dan masyarakat.
Kata Kunci: Pengembangan, Profesionalisme Guru, Era Globalisasi
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Amiruddin, M. Hasbi. (2001). “Menatap Masa Depan Pendidikan Kita,” Orasi Ilmiah, Disampaikan pada Yudisium Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry Tahun Akademik.
Arifin, M. (2002). “Profesionalisme Guru: Analisa Wacana Reformasi Pendidikan dalam Era Globalisasi,” Simposium Nasional Pendidikan di Universitas Muhammadiyah, Malang.
Bafadal, Ibrahim. (2013). Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar, Cet V, Jakarta: Balai Pustaka.
Darmaningtyas. (1999). Pendidikan Pada dan Setelah Krisis: Evaluasi Pendidikan di Masa Krisis, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Daryanto. (2014). Administrasi dan Manajemen Sekolah, Jakarta: Rineka Cipta
Departemen Agama. (2003). Kebijakan Strategis Ditjen Kelembagaan Agama Islam Tahun 2003-2005, Jakarta: Dirjen Bimbaga Islam.
Fajar, Malik. (1998). Visi Pembaharuan Pendidikan Islam, Jakarta: Alfa Grafikatama.
Harian Serambi Indonesia. (2008). “Banyaknya Para Siswa di NAD Yang Tidak Lewat UAN.”
Hasan, M. Ani. (2005). Pengembangan Profesionalisme Guru di Abad Pengetahuan, diakses melalui http://www.suara pembaharuan.com/new.
Humairah. (2010). “Hubungan Antara Kompetensi Profesional Guru Dengan Prestasi Belajar Siswa,” Skrips(online), Fakultas Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Kunandar. (2014). Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, Jakarta: Raja Grafindo Persada
Mulyasa. (2005). Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, Jakarta: Remaja Rodaskarya.
Sagala, Syaiful. (2013). Kemampuan Profesional Guru dan tenaga Kependidikan, Bandung: Alfabeta.
Sardiman AM. (2004). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Grafindo Persada
Suparno, Paul dkk. (2002). Reformasi Pendidikan: Sebuah Rekomendasi, Yogyakarta: Kanisius.
Syah, Muhibbin. (2000). Psikologi Pendidikan: Pendekatan Baru, Bandung: Rodaskarya, 2000.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2014, tentang Guru dan Dosen.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Dikelola oleh STAI TAPAKTUAN @2019