ḤADĪTS ZAMAN RASULULAH SAW DAN TATACARA PERIWAYATANNYA OLEH SAHABAT

Riza Nazlianto, Lc, MA

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembicaraan tentang ḥadist, kadang kala dihubungkan dengan istilah sunnah, khabar maupun atsar. Istilah tersebut sebenarnya merupakan muradif (sinonim) yakni menyangkut ajaran Islam yang diterima melalui periwayatan. Namun kenyataannya, para pakar ada yang berbeda dalam memberikan pengertian terhadap istilah tersebut, semua itu tidak terlepas dari sudut pandang atau disiplin ilmu yang mereka miliki. Pada dasarnya, perbedaan arti dari istilah tersebut tidaklah menunjukkan suatu pertentangan, tetapi ia saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Dalam tulisan ini, akan diungkapkan beberapa pandangan tentang pengertian hadits, sunnah, khabar dan atsar serta tata cara periwayatan yang dilakukan oleh para sahabat.  Untuk memperoleh bahan yang relevan dengan permasalahan ini, saya menggunakan kajian perpustakaan (library research) dalam rangka mencari sumber primer dan sekunder yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang dibahas. Hasil kajian menunjukkan bahwa (1) Ḥadīts merupakan sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah Saw. baik itu berupa perkataan, perbuatan maupun taqrir, baik sebelum diangkat menjadi Rasul maupun sesudahnya; (2) Tata cara periwayatan hadits yang dilakukan oleh  para sahabat umumnya menggunakan al-sama’. Ada kalanya dengan menggunakan istilah sami’tu, ḥadatsna, ḥadatsni maupun akhbarni dan sebagainya. 

 

Kata Kunci : Periwayatan, Hadits dan Sahabat


Full Text:

PDF

References


Al-Khatib, Muhammad Ajaj. (1975). As-Sunnah Qablat-Tadwin, Bairut: Dār al-Fiqr.

Al-Qardawī, Yūsūf. (1995). Kaifa Nata’amalu ma’al- Ghazalī as-Sunnah an-Nabawiyah, terj. Muhammad al-Baqhir, Bandung: Karisma.

Al-Qusyari, Muslīm Ibn Hajjaj. (tt). Ṣaḥih Muslim, Mesir: Isa al-Baby al-Halaby.

Al-Shiba’ī, Mustafa (1993). al-Sunnah wa Makantiha fi Tasyri’ al-Islamy, terj. Dja’far Abd. Mucthith, Bandung: Diponegoro.

Ash-Shiddiqī, Hasbī. (1991). Sejarah dan Pengantar Ilmu Ḥadīts, Jakarta: Bulan Bintang.

Azami, Muhammad Mustafa. (1994). Dirasat fi al-Ḥadīts al-Nawawi wa Tarikh Tadwinih, terj. Ali Mustafa Yacub Jakarta: Puataka Firdaus

Fatchurrahman, (1974). Mushthalahul Ḥadīts, Cet. X, Bandung: al-Ma’arif.

Hasan, A. Qadir. (1996). Ilmu Mashlahul Hadist, Bandung; Diponegoro.

Hasibuan, Fendi. (1999), Evolusi Sunnah: Telaah Historis Periode Awal Sampai Periode Syaf’ī, Banda Aceh: PPs. IAIN Ar-Raniry, 1999.

Ibn Manzhur, Muhammad ibn Muqarram. (tt). Lisan al-Arab, Juz. III, Bairut: Darul ash-Shadir

Ismail, Syuhudi. (1995). Kaedah Kesahihan Sanad Hadis: telaah Kritis dan Tinjauan dengan Pendekatan Ilmu Sejarah Cet. II, Jakarta, Bulan Bintang.

Khalaf, ‘Abdul Wahab. (1987), Ilmu Ushul Fiqh, Dār al-Qalam, 1987 .


Refbacks



Dikelola Oleh STAI TAPAKTUAN @2018